Kota Gorontalo, InfoPublik - Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Faizal Lamakaraka, menegaskan pentingnya pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar mampu bertahan dan bersaing di pasar global.
"Transformasi bisnis berkelanjutan tidak lagi bisa dilepaskan dari pemanfaatan AI. IKM kita harus mampu menangkap peluang ini, memahami tantangannya, dan menyusun strategi masa depan yang tepat agar terus berkembang secara berkelanjutan," kata Faizal Lamakaraka, sehari setelah membuka simposium internasional bertajuk "Sustainable Business Transformation in the Age of Artificial Intelligence: Opportunities, Challenges, and Future Strategies" digelar di Galeri Olaku Bank Indonesia, Provinsi Gorontalo, Selasa (22/9/2026).
Fayzal mengungkapkan simposium internasional tersebut menghadirkan narasumber utama dari Filipina, Lovely C. Manalili, seorang akademisi dan praktisi dari Bataan Peninsula State University.
"Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kumperindag berharap para pelaku IKM binaan dapat mengimplementasikan strategi berbasis teknologi digital dalam operasional bisnis sehari-hari, sekaligus memperluas jejaring hingga ke tingkat internasional," ujar Fayzal.
Fayzal menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan dalam upaya mendorong daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) lokal di era digital.
Dalam pemaparannya, Manalili membagikan wawasan mengenai pPeluang integrasi AI, pemanfaatan AI untuk efisiensi operasional, analisis pasar, hingga peningkatan kualitas produk IKM.
Selain itu juga ia mengungkapkan tantangan era digital, untuk itu dibutuhkan kemampuan mitigasi kendala adaptasi teknologi, kesiapan SDM, dan keamanan data usaha.
Para pelaku usaha diminta untuk memiliki strategi bisnis di masa depan. Langkah taktis bagi pelaku usaha kecil menengah ini dibutuhkan dalam membangun fondasi bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.

