![]() |
| Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag |
Oleh; Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag
Sekretaris Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Pasca Sarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh
A. Pendahuluan
Tujuan Program Studi Magister (S2) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh dirancang untuk menghasilkan lulusan magister yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, serta memiliki keahlian mendalam dalam bidang Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.
Ini menjadi program studi unggul dan terkemuka dalam pengembangan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir secara integratif dan berwawasan global.
Selain itu, menyelenggarakan pendidikan berkualitas, mengembangkan pembelajaran profesional dan interkonektif, meningkatkan riset kontekstual berbasis Al-Qur'an, serta memperluas kerja sama dan publikasi akademik.
Di tengah banyaknya fenomena penyelewengan atau penyimpangan Agama Islam yang sering muncul dalam bentuk aliran sesat, penodaan agama, atau pemahaman yang keluar dari rukun Islam dan Al-Qur'an.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 10 kriteria utama untuk menilai apakah suatu ajaran atau kelompok termasuk menyimpang yaitu; mengingkari Rukun Iman dan Rukun Islam. Meyakini akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar'i (Al-Qur'an dan As-Sunnah). Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur'an. Mengingkari keaslian atau kebenaran isi Al-Qur'an. Melakukan penafsiran Al-Qur'an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir yang benar. Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam. Menghina, melecehkan, atau mendustakan para Nabi dan Rasul, dan mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir. Mengubah, menambah, atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariat (misalnya mengubah tata cara salat wajib atau tempat haji). Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i hanya karena berbeda kelompok
B. Fungsi Al-Qur'an Dan Hadits
Al-Qur'an dan Hadis berfungsi sebagai dua sumber rujukan hukum utama serta pedoman hidup bagi umat Islam.
Berikut adalah perincian fungsi masing-masing:
Pertama; Sebagai petunjuk hidup (Al-Huda). Menjadi petunjuk bagi manusia secara umum dan penuntun bagi orang yang bertakwa agar berada di jalan yang benar.
Kedua; Sumber Hukum Utama. Menjadi landasan pertama dan utama dalam menetapkan hukum Islam, mencakup akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah.
Ketiga; Pembeda yang Hak dan Batil (Al-Furqan). Menjadi ukuran untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan, serta hal yang halal dan haram.
Keempat; Penyembuh dan Rahmat (Asy-Syifa). Menjadi obat penenang hati (spiritual) serta penyembuh bagi penyakit rohani manusia.
Kelima; Penyempurna Kitab Terdahulu. Membenarkan dan melengkapi ajaran yang terkandung dalam kitab-kitab suci sebelumnya
C. Keutamaan Belajar Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT)
Belajar Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir sangat penting, karena ilmu ini menjadi kunci utama untuk memahami makna, hukum, serta hikmah yang terkandung dalam kalam Allah secara akurat dan tidak menyimpang.
Alasan Utama Pentingnya Belajar Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir adalah sebagai berikut;
Pertama; Materi Ilmu yang Paling Mulia. Al-Qur'an adalah Kalamullah (perkataan Allah). Mempelajari dan mengajarkan maknanya menempatkan seseorang pada derajat yang sangat tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari).
Kedua; Menjaga dari Penyimpangan Pemahaman. Tanpa ilmu tafsir, seseorang rentan menafsirkan ayat Al-Qur'an secara sembarangan atau mengikuti hawa nafsu, yang dapat berujung pada sesatnya akidah atau kesalahan dalam beribadah.
Ketiga; Memahami Pedoman Hidup Secara Utuh. Al-Qur'an merupakan petunjuk (hudan) bagi manusia. Melalui ilmu tafsir, pesan-pesan moral, sosial, hukum, hingga kisah-kisah di dalamnya dapat diaplikasikan secara kontekstual dalam kehidupan nyata.
Keempat; Menuntun Tadabur dan Kedekatan dengan Allah. Mempelajari tafsir membantu seseorang merenungi (tadabur) ayat yang dibaca, sehingga ibadah membaca Al-Qur'an tidak hanya sampai di lisan, tetapi meresap ke dalam hati dan menambah ketaatan.
Kelima; Menjawab Tantangan Zaman. Melalui pendekatan akademik dan metodologis (seperti mempelajari ulumul Quran, sejarah, hingga tafsir kontemporer), Al-Qur'an dipahami sebagai solusi atas berbagai problem sosial, sains, dan dinamika zaman modern
Al-Qur'an berisi banyak ayat yang selaras atau mengisyaratkan fenomena alam dan prinsip sains modern. Berikut adalah beberapa ayat Al-Qur'an yang sering dikaitkan dengan sains:
1. Teori Big Bang dan Penciptaan Alam Semesta
Dalam QS. Al-Anbiya Ayat 30 Allah sebutkan:"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada beriman?"
Kaitannya dengan sains adalah; Menggambarkan permulaan alam semesta yang menyatu (singularity) lalu terpisah melalui ledakan besar (Big Bang), serta asal-usul kehidupan dari air.
2. Garis Edar Matahari dan Bulan (Astronomi)
Dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya Ayat 33 Allah sebutkan: "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya."
Kaitannya dengan sains yaitu Menjelaskan bahwa benda-benda langit memiliki orbit atau garis edar masing-masing.
3. Pertemuan Dua Laut (Oseanografi)
Dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rahman Ayat 19-20 Allah sebutkan: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang kemudian keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing."
Kaitannya dengan sains adalah; Berkaitan dengan fenomena batas pertemuan air laut dengan karakteristik suhu, salinitas (kadar garam), dan massa air yang berbeda (seperti di Selat Gibraltar).
4. Asal-Usul Makhluk Hidup dari Air (Biologi)
Dalam Al-Qur'an An-Nur Ayat 45:"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki..."
Korelasi dengan sains adalah Sejalan dengan teori biologi bahwa unsur dasar kehidupan berasal dari medium air.
5. Sidik Jari Manusia (Anatomi)
Dalam Al-Qur'an Al-Qiyamah Ayat 3-4: "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun kembali jari-temlarinya (ujung jari) dengan sempurna."
Korelasi dengan sains adalah Pengkhususan pada bagian ujung jari (sidik jari) yang memiliki pola unik pada setiap manusia.
Keenam; untuk menjaga Kemurnian Islam dari berbagai bentuk penyelewengan Agama.
Sebagai contoh
Kasus Panji Gumilang dan Ponpes Al-Zaytun (Indonesia). Panji Gumilang, pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Bareskrim Polri pada Agustus 2023 atas dugaan penodaan agama. Penyebab: Ia diduga menyebarkan ajaran yang dianggap menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti pernyataan mengenai Al-Qur'an, aturan salat yang membuat saf renggang, posisi makmum wanita sejajar dengan pria, hingga perubahan pada bacaan syahadat dan azan. Kasus ini juga disorot luas oleh berbagai media internasional.
Dan masih banyak kasus-kasus penyelewengan agama lainnya, yang menuntut umat Islam bersungguh-sungguh, serius dan fokus menjadi Aqidah dan Syari'at-Nya. Sehingga dapat kita lihat demikian pentingnya belajar Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), selain untuk memahami Al-Qur'an sebagai pedoman hidup setiap muslim. Al-Qur'an adalah Teropong Masa Depan".

Posting Komentar