Youth Education Roadshow FORMAD Jangkau 806 Pelajar di Simeulue dan Aceh Singkil, Dorong Akses Pendidikan Tinggi




BANDA ACEH – Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD) menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan pendidikan Aceh melalui program Youth Education Roadshow. Program tersebut menyasar pelajar di wilayah kepulauan untuk memperluas wawasan mengenai pendidikan tinggi, peluang studi, serta persiapan melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah.

Program ini dilaksanakan dengan melihat masih adanya keterbatasan informasi, akses, dan sumber daya yang menjadi tantangan bagi pelajar di wilayah kepulauan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Rangkaian kegiatan brlangsung di Kabupaten Simeulue pada 24–26 September 2026 dan menjangkau 491 siswa serta menyalurkan 376 school kit di tujuh sekolah, yakni SMAN 2 Teupah Selatan, SMAN 1 Alafan, SMAN 2 Alafan, SMAN 3 Sinabang, MAN 1 Simeulue, SMAN 2 Teluk Dalam, dan Dayah Bahjatul Ulum Al Aziziyah.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di SMAN 1 Pulau Banyak dan SMAN 1 Pulau Banyak Barat. Di wilayah tersebut, kegiatan menjangkau 315 siswa dan membagikan 315 school kit. Secara keseluruhan, program di dua kabupaten tersebut menjangkau 806 siswa dan menyalurkan 691 school kit.

Dalam kegiatan tersebut, FORMAD memberikan informasi mengenai pilihan perguruan tinggi sekaligus menghadirkan pengalaman langsung dari mahasiswa dan alumni yang memiliki latar belakang pendidikan di berbagai daerah hingga luar negeri.

Ketua Umum FORMAD, Hafiz Ma’ruf Akbar, berbagi pengalaman pendidikannya di National University of Singapore (NUS). Sementara Wanti Nur Jadidah berbagi pengalaman pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Selain itu, Muhammad Yunizar, Ketua Bidang Pendidikan dan SDM FORMAD, berbagi pengalaman pendidikan di Universiti Utara Malaysia (UUM). Syaira Sayyida berbagi pengalaman pendidikan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sedangkan Irhamni berbagi pengalaman pendidikan di UiT The Arctic University of Norway.

Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama siswa. Para pelajar mendapat kesempatan menggali informasi mengenai pilihan perguruan tinggi, persiapan kuliah, pengalaman belajar di luar daerah, hingga peluang studi di luar negeri.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi one on one untuk mengenali lebih detail kondisi yang dihadapi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Respons pelajar cukup beragam. Sebagian menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya masih mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga sebagai salah satu tantangan.

Selain pemaparan materi dan testimoni perkuliahan, Youth Education Roadshow FORMAD juga menjadi sarana untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi pendidikan di wilayah kepulauan, meliputi infrastruktur, akses, kompetensi, dan berbagai persoalan lainnya.

Pengumpulan informasi tersebut dilakukan melalui dialog bersama kepala sekolah, jajaran guru, dan siswa, serta survei aspirasi pendidikan tinggi siswa di Simeulue, Pulau Banyak, dan Pulau Banyak Barat.

Di Simeulue, kegiatan FORMAD mendapat sambutan dan dukungan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Simeulue, M. Daud H., S.Ag., M.Pd. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemangku kepentingan pendidikan dalam membuka wawasan serta akses informasi pendidikan bagi pelajar.

Dukungan serupa juga diperoleh FORMAD di Aceh Singkil. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Singkil memberikan balasan resmi melalui surat Nomor 400.5.8.2/590 tertanggal 26 September 2026.

Surat tersebut pada prinsipnya menyatakan tidak keberatan FORMAD melakukan audiensi dan pengambilan data di SMAN 1 Pulau Banyak dan SMAN 1 Pulau Banyak Barat.

Dalam surat tersebut, Cabang Dinas juga mengarahkan agar kegiatan tidak mengganggu proses belajar mengajar, FORMAD berkoordinasi dengan kepala sekolah, serta hasil pendataan yang diperoleh disampaikan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Pelaksanaan kegiatan di Aceh Singkil turut dibantu Darlin Rizki, warga setempat sekaligus alumni FORMAD dan Dosen STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh.

Perjalanan tim menuju kawasan kepulauan juga sempat menghadapi kendala cuaca. Rencana menuju Haloban tertunda karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan penyeberangan dari Pulau Banyak, sebelum kemudian dilanjutkan pada 2 Oktober 2026.

Sebagai tindak lanjut, FORMAD akan membentuk mentorship program untuk pendampingan persiapan kuliah bagi pelajar yang berminat. Program tersebut akan dilakukan dengan menghimpun data sekolah serta meminta masukan dari para akademisi dan profesor di Aceh.

Program pendampingan ini difokuskan sebagai ruang informasi, bukan sebagai janji beasiswa atau penempatan sekolah.

Ke depan, Hafiz Ma’ruf Akbar menegaskan komitmen FORMAD untuk terus memperluas jangkauan program serupa ke kabupaten lain di Aceh.

FORMAD turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan sponsor dari dalam maupun luar negeri, khususnya donatur dari Singapura, Sejahtera Gallery, Rubber, dan Bijeh Production, yang telah mendukung kelancaran acara dan penyaluran bantuan bagi generasi muda Aceh.

0/Post a Comment/Comments

Breaking News

#

Featured

Publikasi Jurnal Nusantara

Publikasi Jurnal Nusantara
Kunjungi Sekarang