WSI Aceh Hadiri Mukernas Nasional, Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan dan Ketahanan Keluarga



JAKARTA – Wanita Syarikat Islam (WSI) Aceh menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) WSI Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Hotel Grand Alia Syariah, Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Strategis WSI dalam Memperkokoh Ketahanan Keluarga Era Digital untuk Indonesia Emas.”

Mukernas tersebut menjadi ajang bagi pengurus WSI dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mengevaluasi kegiatan organisasi, menyusun program kerja, serta memperkuat peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi.

Pembukaan Mukernas dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi. Kegiatan ini turut dihadiri Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam sekaligus Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono; Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat; Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie; Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva; serta sejumlah tokoh perempuan, termasuk Ida Fauziyah dan Nannie Hadi Tjahjanto dari Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat WSI, Prof. Valina Subekti, menekankan pentingnya peran perempuan dalam perjalanan bangsa. Ia juga mengingatkan kembali sejarah panjang Syarikat Islam sebagai bagian dari kebangkitan nasional dan perjuangan membangun masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, WSI juga meluncurkan buku berjudul "Wanita Syarikat Islam (Peran Historis Dalam Dinamika Kebangsaan Indonesia) yang ditulis oleh Prof Valina Singka Subekti, Dr. Firdaus Syam, dan Dr. Safrizal Rambe sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan pemikiran dan kiprah perempuan dalam organisasi serta kehidupan bermasyarakat.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa WSI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta mendorong pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, keluarga menghadapi berbagai tantangan di era digital, sehingga pendidikan keluarga, pola asuh yang baik, serta penguatan nilai agama, etika, dan moral perlu mendapat perhatian bersama. Ia berharap WSI dapat menyusun program-program konkret yang menjawab kebutuhan perempuan dan keluarga di berbagai daerah.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Presiden Syarikat Islam, Ferry Juliantono, mendorong WSI untuk memperkuat gerakan ekonomi perempuan melalui pengembangan koperasi. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi siap mendukung upaya tersebut agar semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Ferry juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, gerakan perempuan perlu mengambil bagian dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

WSI Aceh Sampaikan Laporan dan Tantangan Koperasi Perempuan

Dalam Mukernas tersebut, WSI Aceh diwakili oleh Ketua Pimpinan Wilayah, Dr. Chairan M. Noer Nain, dan Wakil Sekretaris, Nurma Dewi. Turut hadir Dewan Penasihat Prof. Eka Srimulyani dan Dr. Soraya IT, serta Bendahara PW WSI Aceh, Aisyah Ali.

Dari tingkat cabang, kegiatan ini diikuti perwakilan pengurus WSI dari kabupaten/kota di Aceh, di antaranya Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, Kota Langsa, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam laporan kerja yang disampaikan oleh Nurma Dewi, WSI Aceh memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dijalankan selama masa kepengurusan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengembangan koperasi perempuan melalui Koperasi Pemasaran Syariah Bank Perempuan Aceh.

Koperasi ini dibentuk sebagai salah satu upaya membantu perempuan memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha. Kehadirannya diharapkan dapat membuka peluang bagi perempuan, khususnya pelaku usaha kecil, agar lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mendukung kebutuhan keluarga.

Namun, dalam pelaksanaannya, koperasi masih menghadapi tantangan. Kebutuhan perempuan terhadap bantuan modal usaha cukup besar, sementara dana yang tersedia di koperasi masih terbatas. Kondisi ini menjadi pekerjaan bersama bagi WSI Aceh untuk mencari dukungan, memperluas kerja sama, dan memperkuat keberlanjutan program.

Dalam kesempatan yang sama, Nurma Dewi juga menyampaikan terima kasih kepada WSI Pusat dan sejumlah pengurus WSI wilayah yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Aceh ketika menghadapi musibah banjir beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas antarsesama anggota organisasi serta masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan masih terbuka untuk dikembangkan. Potensi tersebut dapat menjadi peluang bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif, baik melalui usaha rumahan, pengolahan hasil alam, maupun pengembangan produk lokal.

Karena itu, WSI Aceh memandang perlunya kerja sama yang lebih kuat dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Dukungan kebijakan, pendampingan usaha, akses permodalan, serta peningkatan keterampilan menjadi beberapa hal yang dibutuhkan agar perempuan dapat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Pemberdayaan ekonomi perempuan, menurutnya, tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kreativitas, inovasi, dan sinergi yang baik antara organisasi perempuan, pemerintah, lembaga keuangan, serta masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, perempuan diharapkan tidak hanya berperan dalam mengelola rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.

Melalui Mukernas ini, WSI Aceh berharap berbagai gagasan dan program yang dibahas dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan nyata sesuai kebutuhan perempuan di daerah. Penguatan koperasi, pengembangan usaha perempuan, pendidikan keluarga, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari upaya memperkokoh ketahanan keluarga.

Mukernas WSI Tahun 2026 yang berlangsung hingga 25 Oktober ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerja sama antarpengurus WSI di seluruh Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, WSI diharapkan semakin berperan dalam membangun keluarga yang kuat, perempuan yang mandiri, dan masyarakat yang lebih sejahtera.

0/Post a Comment/Comments

Breaking News

#

Featured

Publikasi Jurnal Nusantara

Publikasi Jurnal Nusantara
Kunjungi Sekarang